Kamis, 25 November 2010

Tugas Pengolahan Citra

IMAGE PROCESSING



Nama :
- Nulykanti Giatrias Hutami (50407630)

- Aldy Yossa Herdianto (50407078)


Kelas : 4 IA 05



Pada mata kuliah Pengolahan Citra kali ini, mahasiswa ditugaskan untuk membuat Image Processing dengan menggunakan software apa saja. Di sini kami menggunakan software Delphi 7 untuk pembuatan program Image Processing. Kami akan membuat Image Processing dengan metode Sobel, Treatment, Grayscale, dan Invert.



Source Code :








Output :

Masukkan Gambar :

Sobel

Algortima Sobel digunakan untuk mendeteksi tepi. Tepi (Edge) Adalah perubahan nilai intensitas derajat keabuan yang cepat atau tiba-tiba (besar) dan dalam jarak yang singkat.

Deteksi tepi (Edge Detection) pada suatu citra adalah suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra, tujuannya adalah :
• Untuk menandai bagian yang menjadi detail citra.
• Untuk memperbaiki detail dari citra yang kabur, yang terjadi karena error atau adanya efek dari proses akuisisi citra.

Suatu titik (x,y) dikatakan sebagai tepi (edge) dari suatu citra bila titik tersebut mempunyai perbedaan yang tinggi dengan tetangganya.

Metode Sobel merupakan pengembangan metode robert dengan menggunakan filter HPF yang diberi satu angka nol penyangga. Metode ini mengambil prinsip dari fungsi laplacian dan gaussian yang dikenal sebagai fungsi untuk membangkitkan HPF. Kelebihan dari metode sobel ini adalah kemampuan untuk mengurangi noise sebelum melakukan perhitungan deteksi tepi.

Sedangkan pada operator turunan kedua terdapat metode laplacian.


Operator Sobel

Tinjau pengaturan pixel di sekitar pixel (x,y) :

Operator Sobel adalah magnitudo dari gradien yang dihitung dengan :
yang dalam hal ini, turunan parsial dihitung dengan :


dengan konstanta c = 2. Dalam bentuk mask, sx dan sy dapat dinyatakan sebagai :


Arah tepi dihitung dengan persamaan :

Contoh berikut ini memperlihatkan deteksi tepi dengan operator Sobel. Konvolusi pertama dilakukan terhadap pixel yang bernilai 1 (di titik pusat mask) :


Nilai 18 pada citra hasil konvolusi diperoleh dengan perhitungan berikut :

Nilai diatas dihampiri dengan menhitung :Di bawah ini contoh lain deteksi tepi dengan operator Sobel, di mana hasil konvolusi diambangkan dengan T = 12.



Output Sobel :


Treatment

Teknik treament adalah dengan menyeleksi area frekuensi kontras tinggi yang muncul dengan sistem pengolahan citra sebagai daerah yang tidak diinginkan dan kemudian dieliminasi sehingga memungkinkan masing-masing piksel dalam gambar termasuk pixel di tepi gambar timbul noise. Setiap pengaruh lingkungan yang timbul dari piksel dekat tepi gambar tersebut tereliminasi karena piksel tepi muncul sebagai noise yang dieliminasi. Munculnya noise karena pergantian frekuensi tinggi yang kontras daerah yang diproses sebagai noise.


Output Treatment :


Grayscale

Grayscale merupakan skala keabu-abuan. Suatu istilah untuk menyebutkan satu citra yang memiliki warna abu-abu, hitam, dan putih. Grayscale menunjukkan jumlah warna (dari abu-abu, hingga hitam putih) yang ada dalam satu citra. Makin besar angka grayscale, citra yang terbentuk makin mendekati kenyataan. merupakan derajat keabu-abuan yang membagi masing-masing nilai dari intensitas RGB kemudian dicari rata-rata. Grayscale biasanya format yang lebih disukai untuk pengolahan citra. Dalam kasus yang membutuhkan warna, gambar warna RGB dapat decompose dan ditangani sebagai tiga gambar grayscale terpisah. Indexed gambar harus dikonversi ke grayscale atau RGB untuk kebanyakan operasi.

Output Grayscale :


Invert

Efek Invert color adalah efek untuk membalikan warna sehingga dengan efek ini sebuah gambar berwarna akan menjadi seperti gambar klise. Invert Image merupakan suatu gambar yang terjadi adanya proses invert pada gambar asli sehingga tampak seperti gambar negative pada suatu susunan warna RGB. Proses invert ini berbeda dengan Image Negative.


Output Invert
:


Jumat, 01 Oktober 2010

Bisnis Service Handphone

Pada jaman saat ini bisnis IT kian semakin meningkat. dari mulai bisnis berbasis web sampai bisnis sparepart barang IT menjadi komoditas bisnis yang cukup menjanjikan. Dengan modal kecil - kecilan dari pembuatan tempat service handphone untung yang cukup lumayan untuk hidup sehari - hari.

Dalam membangun bisnis Service Handphone ini cukup sederhana. Kesulitan terdapat pada pencarian pelanggan. Karena rata rata pelanggan masih ragu - ragu dalam memperbaiki handphonenya. Beberapa dari pelanggan tersendiri lebih memilih menunggu dalam memperbaiki handphonenya di karenakan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan misalnya pencurian pada perangkat - perangkat handphone yang masih asli sari pabrik. Pelangan tidak perlu takut dalam memperbaiki handphone di karenakan terdapat garansi sesuai kerusakan handphone tersebut.

Dalam membangun bisnis Service Handphone diperlukan suatu peralatan dalam membangun bisnis tersebut seperti :

1. LAMPU SVC.+KACA P'BESAR 928





harga Lampu Svc + Kaca Pembesar sekitar Rp.100.000,-

2. MULTIMETER FUKE 9205X DIGITAL (ORANGE)


Harga Multimeter Fuke 9205X Digital sekitar Rp. 75.000,-

3. POWER SUPPLY 1501 DIGITAL ANALOG


Harga Power Supply 1501 sekitar Rp. 260.000,-

4. DESOLDERING PUMP



Harga Desoldering Pump sekitar Rp. 17.000,-

5. PINSET


Harga Pinset Sekitar Rp 20.000,-

6. OBENG

Harga Obeng Sekitar Rp 20.000,-

7. TIMAH

Harga Timah Sekitar Rp 20.000,-


Peralatan - peralatan tersebut akan membantu dalam menjalani bisnis Service Handphone. . .

Selasa, 08 Juni 2010

Sabtu, 22 Mei 2010

Game Engine

Pengertian Game Engine

Engine bukanlah executable program, artinya engine tidak dijalankan sebagai program yang berdiri sendiri. Diperlukan sebuah program utama sebagai entry point atau titik awal jalannya program. Pada C++, entry point-nya adalah fungsi “main()”. Biasanya program utama ini relative pendek. Game engine adalah program yang memotori jalannya suatu program game. Kalau game diilustrasikan sebagai “music “yang keluar dari “mp3 player”, maka engine adalah “mp3 player” dan program utama adalah “data mp3” yang dimasukkan ke dalam “mp3 player” tersebut.

Dengan adanya engine, waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan untuk membuat game software menjadi berkurang secara signifikan. Beberapa game dengan jenis dan gameplay yang hampir sama bisa dibuat dengan sedikit usaha bila terlebih dahulu dibuat engine-nya. Setelah engine diselesaikan,programmer hanya perlu menambahkan program utama, memakai resources (objek 3D, music, efek suara) yang baru, dan jika benar – benar dibutuhkan, sedikit memodifikasi engine sesuai kebutuhan spesifik dari game yang bersangkutan. Program game engine seluruhnya berorientasi objek. Game engine lebih bersifat reaktif daripada procedural. Sulit untuk menggambarkan

1. Fun Game

Fun games adalah permainan seperti : skate board, bilyard, catur, puzzle, tetris, golf, Windows Entertainment Pack Games dan semua permainan yang animasinya sedikit dan pembuatannya relatif mudah. Permainan semacam ini terlihat mudah dari sagi grafiknya tetapi biasanya sulit dalam algoritma.

2. Arcade Game

Arcade games adalah semua permainan yang mudah dimengerti, menyenangkan dan grafiknya bagus walau biasanya sederhana. Pengertian mudah dimengerti dan menyenangkan dikarenakan permainan ini hanyalah berkisar pada hal-hal yang disenangi umum seperti pukul memukul, tembak menembak, tusuk menusuk, kejar mengejar dan semua yang mudah dan menyenangkan. Yang termasuk kedalam permainan jenis ini adalah Prince of Persia, Street Fighter, Golden Axe, Grand Prix, Robocop.

3. Strategic Game

Strategic games biasanya permainan strategi perang atau bisa juga permainan lain tetapi tetap saja memerlukan strategi untuk memenangkannya seperti startegi bisnis dan strategi politik.

4. Adventure Game

Adventure games terbagi atas tiga macam yaitu petualangan biasa (Multi Layered Adventur), Dungeon-Underworld Adventure (3D Adventure) dan Roll Playing Game Adventure. Biasanya algoritma untuk membuat game ini adalah sedang-sedang saja sampai sulit. Tapi grafik jenis permainan ini benar-benar sulit. Contoh beberapa permainan jenis ini adalah Space Quest IV, Labyrinth of Word, War II dan Diablo.

5. Simulations Game

Dari semua jenis permainan yang ada, masing-masing memiliki tingkat kesulitan dan kemudahannya, jika bukan algoritmanya maka akan mudah dalam hal animasinya, akan tetapi games simulasi bisa disebut sebagai jenis permainan yang paling sulit, baik algoritma pembuatannya maupun animasinya. Permainan jenis ini juga yang paling membuat pusing dibandingkan dengan permainan jenis lainnya. Algoritmanya sangat sulit sebab harus memperhitungkan semua kejadian dalam kondisi sebenarnya. Berbagai efek animasi yang dibuat tidak cukup bermodalkan ahli grafik dan algoritma saja, tetapi sedikitnya harus mengerti persoalan matematika, teknik dan fisika. Contoh permainan jenis ini adalah Stellar7, F-15 Strike Eagle, Flight Simulator 98, F-14 Tomcat, F-16 Falcon, Jet Fighter.



Tipe – tipe Game Engine.

  • Roll-your-own game engine.

Biasanya, game engine tipe ini lebih disukai karena selain kemungkinan besar tersedia gratis, juga memperbolehkan mereka, para developer, lebih fleksibel dalam mengintegrasikan komponen yang diinginkan untuk dibentuk sebagai game engine mereka sendiri. Kelemahannya, banyak engine yang dibuat dengan cara semacam ini malah menyerang balik developernya. Menara Games Studio membutuhkan satu tahun penuh untuk menyempurnakan game engine nya, hanya untuk di tulis ulang semuanya dalam beberapa hari penggunaan karena adanya bug kecil yang sangat mengganggu.

  • Mostly-ready game engines.

Engine engine ini biasanya sudah menyediakan semuanya begitu diberikan pada developer / programmer. Semuanya termasuk contoh GUI, physiscs, libraries model dan texture, dan segalanya. Banyak dari mereka yang sudah benar benar matang, sehingga dapat langsung digunakan untuk scripting sejak hari pertama.

Biasanya game engine semacam ini memiliki batasan batasan, terutama jika dibandingkan dengan game engine sebelumnya yang benar benar terbuka lebar. Hal ini ditujukan agar tidak terjadi terlalu banyak error yang mungkin terjadi setelah sebuah game yang menggunakan engine ini dirilis, dan masih memungkinkan game engine nya itu sendiri untuk mengoptimalkan kinerja game nya. Banyak dari game engine seperti ini, Unreal Engine, Source Engine, id Tech Engine dan sebagainya, yang sudah sangat optimal dibandingkan jika harus membuat dari awal. Hal ini dengan serta merta menyingkat sangat banyak waktu dan jelas, biaya dari para Developer game.

  • Point-and-click engines.

Engine untuk point-and-click merupakan engine yang sangat amat dibatasi, tapi dibuat sangat user friendly. Kamu bahkan bisa mulai membuat game mu sendiri menggunakan engine seperti GameMaker, Torque Game Builder dan Unity3D. Dengan sedikit memanfaatkan coding, kamu sudah bisa merilis game point-and-click yang kamu banget.

Kekurangannya terletak pada terbatasnya jenis interaksi yang bisa dilakukan, dan biasanya hal ini mencakup semuanya, mulai dari grafis, hingga tata suara. Tapi bukan berarti game engine jenis ini nggak berguna, bagi developer cerdas dan berdaya kreativitas tinggi, game engine bapuk seperti ini bisa dirubah menjadi sebuah game menyenangkan, seperti Flow. Game engine seperti ini memang ditujukan bagi developer yang ingin menyingkat waktu pemrogramman, dan secepatnya merilis game game mereka.

Berikut ini List dari game engine :

Freeware engines

Nama Game Engine

Primary programming language

Bindings

Cross-platform?

SDL?

Aleph One

C

N/A

Yes

Yes

Axiom Engine

C#

N/A

Yes

Yes

Allegro library

C

Ada, C++, C#, D, Lisp, Lua, Mercury, Pascal, Perl, Python, Scheme

Yes

No

Blender3D

C++

Python

Yes

N/A

Box2D

C++

Java, ActionScript, C#, JavaScript, D, Python, DarkBasic, Lua

Yes

No

Build engine

C

N/A

No

No

Cafu Engine

C++

N/A

Yes

N/A

ClanLib

C++

N/A

Yes

Yes

Crystal Space

C++

Python, Perl, Java

Yes

Yes

Cube

C++

N/A

Yes

Yes

Cube 2

C++

N/A

Yes

Yes

DarkPlaces

C

N/A

Yes

Yes

Delta3d

C++

N/A

Yes

No

id Tech 1

C

N/A

Yes

No

DXFramework

C++

N/A

No

No

Ethanon Engine

C++

N/A

No

No

Exult

C++

N/A

Yes

Yes

Genesis3D

C

N/A

No

No

Genesis Device

Object Pascal

N/A

No

No

Glest

C++

N/A

Yes

No

id Tech 2

C

N/A

Yes

No

id Tech 3

C

N/A

Yes

No

ika

C++, C#

N/A

Yes

No

ioquake3

C

N/A

Yes

Yes

Irrlicht Engine

C++

Java, Perl, Ruby, Python, FreeBASIC, Lua, Delphi, Game Maker

Yes

Yes

jMonkeyEngine

Java

N/A

Yes

No

Jogre

Java

N/A

Yes

No

Lightweight Java Game Library

Java

N/A

Yes

No

LÖVE

Lua

N/A

Yes

Yes

Nebula Device

C++

Python, Java

Yes

No

OpenSceneGraph

C++

N/A

Yes

No

ORX

C

N/A

Yes

Yes

Panda3D

C++

Python

Yes

No

Quake engine

C

N/A

Yes

No

PLIB

C++

N/A

Yes

Yes

Retribution Engine

C++

N/A

No

No

Second Life

C++

N/A

Yes

No

SLUDGE

C++

N/A

Yes

Yes

Sphere

C++

N/A

Yes

No

Spring

C++

N/A

Yes

No

Stratagus

C

N/A

Yes

Yes

Troll2D

C++

N/A

Yes

Yes

Verge 3.2

VC

N/A

Yes

Yes

Xilon Engine II

Visual Basic .NET

N/A

No


Commercial engines/game engine berbayar (komersial)

- Alamo

- A.L.I.V.E

- BigWorld

- DXStudio

- Dunia Engine

- Euphoria

- GameStudio

- Jade Engine

- Jedi

- RPG Maker VX

- RPG Maker XP

- RPG Maker 2003

- RPG Maker 95

- Vision Engine

Perbandingan Game Engines Freeware dengan Comercial :

Ogre 3DEngine

Swift3D

Fitur Ogre meliputi : productivity, platform & 3D API, material / shader, mesh, scene feature, special Effect, dan fitur-fitur penting lainnya.

Kelebihan Swift3D

  • Merupakan tool yang simpel, tidak ribet, tinggal drag and drop.
  • Swift3D mendukung animasi objek 3D.
  • Animasi dapat diexport ke banyak file, misal avi, flv, swf, swt, dan ai.
  • Kita dapat memilih jenis rendering yang kita inginkan, yaitu raster (bitmap) dan vector. Jenis gambar raster lebih lama saat me-render, akan tetapi hasilnya lebih bagus. Sedang untuk vector, gambarnya satu warna atau gradasi warna vector (cocok untuk dimasukkan pada animasi vector flash).
  • Jika kita ingin membuat model yang simpel, maka swift3D bisa digunakan untuk membuatnya.

Productivity :

Desain interface OO sederhana dan mudah dipergunakan

Independent terhadap implementasi 3D (Direct 3D, OpenGL, Glide dan sebagainya

Frame work yang extensible

Desain yang baik, teratur, dan dokumentasi penuh terhadap semua class engine

Kekurangan Swift3D

  • Sangat tidak cocok untuk membuat bentuk 3D yang kompleks. Jika ingin membuat bentuk 3D yang komplek kita harus menggunakan 3dsmax atau blender kemudian kita export dalam bentuk 3ds.
  • Susah untuk membuat animasi sendiri selain dari template animasi dari swift3D.
  • Kita tidak dapat memberikan efek pada objek, misal efek noise dll.
  • Jika kita ingin membuat sprite game berisikan animasi, mungkin cocok digunakan swift3D karena mengingat jika kita menggunakan 3D pada flash dengan engine seperti papervision3D, away3D, sandy3D, maka akan bertambah berat.

platform & 3D API,

Direct3D (mensupport DirectX 7 dan 9) dan OpenGL;

Support terhadap Windows (semua versi utama), Linux dan Mac OSX;

Dapat dibangun pada Visual C++ 6, Visual C++ .NET, Visual C++ .NET 2003 dan Visual C++ 2005 pada Windows (STLport dibutuhkan untuk versi Visual C++ sebelum 2003);

Dapat dibangun pada gcc 3+ di Linux dan Mac OSX .


material / shader,

Pengelolaan asset material bisa diluar kode

Mendukung fungsi operasi multi texture, dan multipass blending, pembangunan dan pengubahan koordinat tekstur, operasi warna dan alpha blend

Mendukung texture file-file PNG, JPEG TGA, BMP, DDS dan beberapa format yang tidak standar lainnya

mesh,

Menerima format data mesh, memisahkan konsep dari vertex buffers, index buffers, vertex declarations dan buffer mappings

Dapat mengeksport dari beberapa modelling tools (Milkshape3D, 3D Studio Max, Maya, Blender dan Wings3D)

Patch Biquadric Bezier pada permukaan lengkung;

Progressive meshes (LOD) ;